» Detail News

Senin, 18 April 2016 - 13:54:11 WIB

Posting by : Maruli Manik
Category    : Market News - Reads : 955



Investasi Proyek Stainless Steel Butuh Rp10,5 Triliun


PT Aneka Tambang (Persero) Tbk memperkirakan investasi proyek pengolahan feronikel menjadi baja tahan karat (stainless steel) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara mencapai US$800 juta, setara Rp10,5 triliun (kurs BI Rp13.166 per 18 April 2016).

"Nilai proyeknya sekitar US$800 juta sudah termasuk pembangkit listrik," tutur Direktur Pengembangan Antam, Johan NB Nababan melalui pesan singkat kepada IMQ di Jakarta, Senin (18/4).

Menurut Johan, Antam akan bekerja sama dengan Ferrostaal dan Cronimet Corporation untuk merealisasikan proyek tersebut. Nantinya, ketiga perusahaan membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV).

"Kepemilikan saham Antam sekitar 25%, kalau Ferrostaal dan Cronimet urusam mereka komposisinya," ujarnya.

Ia memperkirakan kapasitas pabrik ini sebanyak 19.500 ton nikel per tahun, dengan bahan baku yang digunakan nikel kadar rendah atau 1,5-1,6%. Kerjasama proyek tersebut ditandai dengan penandatangan letter of intent (LoI) pada 14 Juni 2014.

"Di Jerman nanti yang mau ditandatangani di depan Presiden Joko Widodo adalah Project Development Agreement (PDA)," ungkapnya.

Deputi Menteri BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Fajar Harry Sampurno sebelumnya berujar dengan adanya proyek tersebut, maka akan menciptakan nilai tambah bagi Antam sekitar 10 kali lipat. Selama ini, Antam masih impor feronikel.

Di sisi lain, pemerintah tidak mempermasalahkan kepemilikan saham minoritas pada perusahaan patungan tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh IMQ, rencana pendanaan proyek salah satunya berasal dari China Development Bank (CDB). Antam mengusulkan beberapap proyek yang akan dikerjakannya, yakni proyek feronikel Bintuni dengan nilai investasi uS$1,6 miliar dan estimas pembiayaan US$1,280 miliar, stainless steel Pomalaa dan nickle pig iron Pomalaa dengan nilai investasi US$1,5 miliar dan estimasi pembiayaan US$1,2 miliar, nickel mixed hydroxide dengan nilai investsi US$0,5-0,7 miliar dan estimasi pembiayaan US$0,4-0,56 miliar.

Kemudian, smelter grade alumina Munggu Pasir dengan nilai investasi US$1,7-1,8 miliar dan estimasi pembiayaan US$1,36-1,44 miliar dan SGA Memapawah dengan nilai investasi US$1,7-1,8 miliar dan estimasi pembiayaan US$1,36-1,44 miliar.

Sumber : www.imq21.com

  Tag :

antm




    Berita Terkait :

  • ANTM dan Freeport Garap Anode Slime
  • Inilah Pendatang Baru Indeks Saham Likuid
  • ANTM Akan Bangun SGA di Kuartal II
  • Antam Habiskan Rp1,5 Miliar untuk Eksplorasi Desember 2015
  • Antam: Banyak Institusi Keuangan Siap Bantu Beli Saham Freeport